content top

Search

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2011

George Toisutta Bantah Sebagai Aktor Demo ke PSSI


Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta membantah, apabila dirinya adalah aktor dari demo yang terjadi beberapa lalu tentang pencalonan Ketua Umum PSSI. Bahkan, dirinya tidak pernah melakukan ancaman terhadap siapa pun, termasuk kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

"Tuduhan tersebut jelas tidak benar. Kalau mau menuduhkan sesuatu harus jelas. Mereka kanadalah orang berpendidikan. Seharusnya melayangkan tuduhan atau sesuatu dengan teori yang mendasar dan dengan dasar yang jelas. Kalau seperti ini, itu seperti ketidakpuasan saja," ujar George, sesuai menghadiri acara serah terima jabatan Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat, di kawasan Hegarmanah, Kota Bandung, Jumat (4/3).

George mengatakan, demo yang terjadi pecah saat keputusan komite. Kemudian, demo tersebut juga merupakan akumulasi dari ketidakpuasan para pecinta sepak bola.

Dia menegaskan, sama sekali tidak melakukan penyerangan kepada siapa pun. "Saya lebih terhormat dari dia. Kalau ancaman, jangan berhalusinasi. Hal tersebut jika dilihat dari kejiwaan ada yang salah. Tekanan itu bukan dari saya. Maka jangan berbicara tanpa alasan yang mendasar," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, menyikapi hal tersebut apa pun harus selalu dengan berpikir positif. Pada saat ada pemikiran yang negatif, kata George, hal itu harus segera diluruskan.

George mengatakan, dalam bursa pencalonan Ketua Umum PSSI dia maupun Nurdin Hadil mengalami hal serupa, yaitu tidak mencalonkan diri, melainkan dicalonkan oleh anggota PSSI yang memiliki suara pada kongres nanti.

"Saya tidak mencalonkan diri Yang mencalonkan saya adalah para pendukung saya. Se-perti Pak Umuh, Persib, Arema, dan banyak lagi. Ngapain juga saya mencari pekerjaan tambahan. Menjadi KSAD saja sudah pusing, nih lihat rambut saya sudah putih semua. Maka dari itu, mari bung rebut kembali," ujarnya, sembari menyayikan potongan lirik lagu "Halo Halo Bandung".

Di tempat yang sama, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, mengatakan, akan terus mendukung George untuk menjadi Ketua Umum PSSI. Hal tersebut dengan maksud untuk melakukan reformasi di tubuh PSSI.

"Sepenuhnya saya dan Persib mendukung Pak George. Tidak ada tekanan, hanya saja ada orang yang memelintirkan kabar tersebut. Saya pun kini sudah melayangkan surat kepada PSSI dan itu dilakukan sesuai aturan yang ada," ujarnya.

Di Surabaya

Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN), menetapkan Kota Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres untuk pemilihan Komite Pemilihan pada 26 Maret mendatang. "Kami tetapkan kongres untuk pemilihan Komite Pemilihan di Surabaya pada 26 Maret, sedangkan untuk Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI akan diagendakan di Kota Solo, sebelum 30 April mendatang," kata Wakil Ketua KPPN Syahrial Damopolii kepada wartawan di Jakarta, Sabtu

(5/3). Ia menjelaskan, tidak ada du-

alisme dalam agenda ini, karena KPPN adalah Komite yang dibentuk oleh 84 pemilik suara PSSI. Pihaknya juga yang mengajukan mosi tidak percaya kepada PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid dan pengurus PSSI 2007-2011.

KPPN adalah komite yang berhak dan memiliki kewenangan penuh bertindak selaku, untuk dan atas nama pengelolaan dan pembinaan persepakbolaan nasional.

Syahrial mengatakan, pada kongres 26 Maret nanti akan dibahas juga pembenahan statuta PSSI. Kongres untuk pemilihan Komite Pemilihan iniakan merujuk kepada standar Statuta FIFA dan standar electoral code yang sesuai dengan keputusan FIFA pasca-Sidang Komite Eksekutif (Exco) FIFA di Zurich, baru-baru ini

"Kongres Komite Pemilihan akan memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding. Selanjutnya, KPPN siap menggelar Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI periode mendatang sebelum 30 April 2011," katanya.

Ia menjelaskan, kerja KPPN ini berkoordinasi dengan pemerintah, KONI/KOI, Ketua Kehormatan PSSI dan FIFA (A-195/Ant)*"

Rabu, 23 Maret 2011

Pasukan koalisi kuasai wilayah udara Libia


Militer Libia yang loyal pada Gaddafi dilumpuhkan serangan koalisi

Komandan pasukan udara Inggris dalam operasi di Libia mengatakan pasukan internasional yang dipimpin AS, Inggris, dan Prancis kini menguasai wilayah udara Libia.

Wakil Marsekal Udara Greg Bagwell mengatakan pasukan koalisi kini bisa melakukan apa saja hampir tanpa balas karena pasukan angkatan udara Kolonel Muammar Gaddafi tidak lagi merupakan unit tempur yang utuh.

Komandan militer AS untuk operasi Libia, Laksamana Gerard Hueber, mengatakan pasukan koalisi terus menekan pertahanan pasukan darat Kolonel Gaddafi yang masih menjadi ancaman bagi sejumlah kota di Libia.

Televisi milik pemerintah Libia melaporkan sejumlah ledakan baru di Tripoli karena serangan udara pasukan internasional pada malam kelimanya.

Muncul pula laporan bahwa terjadi sejumlah serangan udara di kota Jafar, barat daya ibukota Tripoli.

Hari sebelumnya, di kota yang diduduki pasukan perlawanan Gaddafi di Benghazi, ribuan orang turun ke jalan sebagai ungkapan terimakasih pada pasukan koalisi karena campur tangan militernya di Libia.

Tidak melawan
Dalam siaran televisi kantor berita Reuters, muncul pula sejumlah gambar dan pernyataan yang menunjukkan lemahnya perlawanan pasukan Gaddafi setelah berhari-hari dihantam pasukan udara sekutu.

Kapten Raphael, seorang pilot dari pasukan udara Prancis yang baru kembali dari penerbangan dengan pesawat tempur Mirage 2000 di Solenzara, Korsika, mengatakan penerbangannya berjalan tanpa perlawanan.

"Hari ini? Tidak ada sama sekali. Tidak ada pergerakan tentara yang nampak di darat dari pantauan udara. Tidak ada pergerakan balasan di udara. Kecuali dari pasukan koalisi."

Sementara TV pemerintah Libia terus menunjukkan gambar-gambar kelompok warga yang disebut sebagai korban sernagan udara pasukan sekutu tersebut.

Berita terbaru yang dikutip kantor berita Reuters menyebut sebuah ledakan keras terdengar di Tripoli Kamis dini hari dan asap terlihat mengepul dari sebuah wilayah yang dikenal sebagai pusat basis militer Libia, kata seorang warga setempat.

Pengamat: Teror Bom Buku, Upaya Penyesatan Intelijen


Jakarta - Hampir semua pejabat pemerintah dan aparat keamanan mengatakan bahwa pengirim paket bom buku adalah pemain lama dari jaringan teroris di Indonesia. Namun pengamat intelijen AC Manullang menilai pengirim paket bom-bom itu adalah pemain baru dan upaya tokoh di Jakarta yang membuat deception intelligence atau pengalihan isu.

“Kalau para pejabat negara kita, dan apa itu lembaga anti teror kita mengatakan bahwa ini pemain lama, itu enggak betul. Kalau intelijen abad lalu tugasnya melakukan penyelidikan, penyidikan dan sampai penuntutan. Tapi abad sekarang sudah berubah, yaitu di dunia intelijen dikembangkan yang namanya deception intelligence atau penyesatan intelijen atau isu. Ini yang mereka tidak mengerti,” kata Manullang yang juga mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) sekarang Badan Intelijen Negara (BIN) dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (19/3/2011).

Menurut Manullang, aksi terorisme di Indonesia seperti paket bom buku adalah bagian dari sebuah skenario besar. Skenario besar itu adalah bagian dari grand strategi global yang ingin mencitrakan dunia Islam dengan gerakan terorisme.

“Makanya Islam diobok-obok dengan dimasukan neo liberal dan kapitalisme. Ini mengusung orang kepada depancasila, de-UUD 1945 yang menjurus ke dedemokrasi dan kepersoalan HAM segala. Orang ekstrim ini akan disebut anti Pancasila, padahal tidak juga. Ini semua dialihkan agar semua masyarakat resah,” terangnya.

Terkait pelaku teror paket bom buku, Manullang meyakini, upaya penyesatan intelijen atau isu yang dilakukan orang tertentu terhadap Islam dan isu besar lainnya, seperti perang melawan narkoba di Indonesia saat ini.

“Ini ada upaya-upaya dari orang-orang tertentu, terutama di kota besar seperti Jakarta yang melakukan deception intelligence ini, untuk mengubah bahwa ideology Islam itu teroris. Ini bahaya. Sekarang ini, pemerintah dan semuanya harus waspada,” tegasnya lagi.

Kelompok teroris, lanjut Manullang, tentunya sama kerjanya dengan pihak intelijen resmi negara. Hanya saja, dia tidak memiliki agen, dan satu sama lainnya kemungkinan tidak saling mengenal, kecuali kelompok kecil.

“Tapi yang jelas koordinatornya satu. Ini ada sponsornya dan ini yang harus diungkap,” pintanya.

Deception Intellegence yang paling kentara saat ini, terang Manullang, terlihat dalam kasus bocoran laporan Wikileaks. Dirinya merasa heran kenapa pemerintah dan sejumlah kalangan harus menuntut pemerintah AS minta maaf, dan kenapa pemerintah AS malah minta maaf juga. Padahal, Wikileaks itu bukan milik dan berpusat di AS itu sendiri.

“Ya sama itu dengan teroris. Ini pemain baru. Kenapa kasus paket bom buku di Komunitas Utan Kayu, BNN, rumah Yapto dan di Pondok Indah mudah terbaca targetnya. Padahal di dunia intelijen dan teroris ini tidak pernah ada target dan pesan yang jelas terbaca,” ungkapnya.

Diakui Manullang, kasus paket bom buku yang saat ini terjadi mengesankan tidak adanya koordinasi di antara aparat keamanan dan intelijen. Pasalnya ini ada jaringan lain yang bermain, dan masalahnya pemerintah melalui aparat keamanan dan intelijen tidak memiliki kontrol subversif seperti UU Subversif di era Orde Baru.

“Dulu ada UU itu, setiap orang yang diduga akan melakukan perongrongan langsung dibabat. Ini juga harus ada kontra intelijen, itu yang tidak ada. Dulu sebelum bergerak saja sudah ditangkapi. Apa yang terjadi di KUK, BNN, di Jagakarsa dan Pondok Indah membuktikan kontra intelijen tidak ada,” ucapnya.

Manullang balik bertanya apa pentingnya pengirim paket bom buku untuk membunuh Ulil Abshar Abdala, Komjen Pol Gories Mere, Yapto dan Dhani Ahmad?

“Siapa yang mau bunuh Gories Mere? Emangnya dia penting? Kalau kita tahu aksi teroris tidak pernah punya target seperti ada yang mau bunuh Presiden SBY, tapi itu tidak ada. Begitu juga paket bom ke Ulil dan lainnya,” terangnya lagi.

Manullang hanya mengatakan motif para pelaku pengirim bom buku ini dilatarbelakangi ketidakpuasan terhadap pemerintahan sekarang. Contohnya, pemerintahan sekarang dianggap tidak pernah mau memahami yang dinilai sepele. Misalnya kasus kisruh di PSSI, karena tidak puas didemo, foto Nurdin Halid
dibakar dan sebagainya. “Ini sama semua,” pungkasnya.

Jumat, 04 Maret 2011

Facebook Jadi Nama Bayi Perempuan di Mesir ?


Seorang pemuda Mesir memberi nama anak perempuan pertamanya Facebook. Nama Facebook memang sedang naik daun di Mesir selama proses penggulingan Presiden Hosni Mubarak karena dianggap berjasa memobilisasi massa sebelum melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di Tahrir Square.

Menurut berita yang dilansir surat kabar lokal Al Ahram dan dikutip situs web Tech Crunch, pemuda tersebut bernama Jamal Ibrahim dan berusia 20 tahunan. Anak perempuan pertamanya itu diberi nama Facebook Jamal Ibrahim.

Meski ada YouTube, Twitter, dan Google, yang turut mewarnai perjuangan rakyat Mesir untuk menggulingkan pemerintahan yang otoriter, Facebook yang paling populer. Sejumlah coretan grafiti di dinding menulis "Terima Kasih Facebook" untuk merayakan kemenangan rakyat Mesir.

Bahkan Wael Ghonim, staf Google di Mesir yang sempat ditangkap aparat keamanan selama protes berlangsung, secara khusus menyatakan terima kasih kepada pendiri Facebook Mark Zuckerberg saat wawancara dengan CNN. Ghonim menggunakan halaman di Facebook miliknya untuk menyatakan protes atas kebrutalan polisi yang menghadapi para pengunjuk rasa.

Facebook kini seperti menjadi pahlawan dan idola baru bagi rakyat Mesir. Saat ini diperkirakan ada sekitar 5 juta pengguna Facebook di negara tersebut dan terbesar di antara negara lain di Timur Tengah. Facebook juga mencatat kenaikan produktivitas pengguna dalam sebulan terakhir. Sejak unjuk rasa besar-besaran dimulai 25 Januari 2011, muncul 32.000 grup diskusi dan 14.000 pages dalam waktu dua minggu.

Kini, militer Mesir pun mulai menggunakan Facebook untuk menjalin komunikasi dengan rakyat, khususnya para pemuda yang melek teknologi. Menteri Dalam Negeri Mesir juga sudah memiliki sejumlah halaman khusus untuk memoles citranya kembali.

PSSI Kirim Perwakilan Temui FIFA


PSSI bakal mengirim perwakilan untuk menemui FIFA di Zurich, Swiss, awal pekan depan. Nantinya, perwakilan PSSI ini akan meminta saran FIFA untuk menggelar dua kongres yang akan dilaksanakan pada bulan ini dan bulan April mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, FIFA pada Kamis (3/3/2011) dini hari telah memberikan pernyataan resmi melalui situs resminya terkait kisruh kongres PSSI. Intinya, FIFA mengultimatum PSSI untuk membuat General Assembly pada 26 Maret mendatang dan kongres pemilihan Executive Committee (Exco) periode 2011-2015 pada bulan April nanti.

Mengacu pada statuta FIFA, maka butuh waktu sekitar delapan pekan untuk memberitahukan para anggota PSSI tentang kongres yang akan digelar. Masalahnya, waktu yang dimiliki PSSI sudah sedikit dan tak memenuhi syarat delapan pekan.

Karena itu, mereka berniat berkoordinasi langsung dengan FIFA mengenai peraturan apa yang harus digunakan.

"PSSI akan mengirim wakil ke Zurich untuk meminta persetujuan dan saran bilamana peraturan-peraturan soal Komisi Pemilihan nanti apakah harus sesuai dengan peraturan dan statuta FIFA atau tidak," ujar Sekjen PSSI Nugraha Besoes di Gedung KONI/KOI, Jumat (4/3/2011).

"Yang berangkat itu ada tiga orang. Satu Pak Dali Tahir, lalu Pak Syarif Bastaman. Satunya lagi belum ditentukan. Mereka akan berangkat Senin (7/3/2011) depan," lanjut Besoes.

"Karena waktunya mepet, kami akan menggunakan peraturan lain. Namun, kami harus bertanya dulu kepada FIFA apakah kami boleh menggunakan peraturan itu atau tidak," paparnya.

Sementara itu, mengenai susunan Komite Pemilihan dan pelaksanaan kongres, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengatakan, hal itu baru akan diketahui saat ketiga perwakilannya pulang dari Swiss.

"Kita tunggu mereka pulang dulu. Lalu setelah itu akan dilaksanakan sidang Komite Eksekutif untuk menentukan segalanya," seru Nurdin

Selasa, 01 Maret 2011

Kutukan Oscar ?


Selama bertahun-tahun, mitos mengenai pemenang pemeran utama wanita terbaik Oscar selalu dihantui nasib sial dalam perjalanan asmaranya. Aktris Sandra Bullock yang merasakan "kutukan" Oscar itu. Ya, rumah tangganya dengan Jesse James kandas selang beberapa bulan ia menerima Oscar. Hal yang sama pula dirasakan oleh para pemenang lainnya di kategori yang sama.

Kini, Oscar telah diraih dalam genggaman Natalie Portman. Sebelum melenggang di red carpet dan membawa pulang Oscar, kejutan telah dibuatnya. Tanpa diketahui media, ia mengumumkan pertunangannya dengan penari balet profesional, Benjamin Millepied, yang ditemuinya saat shooting film Black Swan. Tak itu saja, ia juga mengumumkan tengah berbadan dua.

"Kutukan" itu, tentu bukan sebuah kebenaran. Namun jika dirunut, peristiwa tak sedap kerap menimpa para Aktris Terbaik Oscar. Hal ini dimulai sejak penghargaan Oscar digelar. Korban pertamanya adalah Claudette Colbert. Pernikahannya kandas di tahun 1935, setelah memenangkan Oscar untuk film It Happened One Night.

Kutukan demi kutukan itu pun terus mengalir dan menimpa Bette Davis, pemenang Oscar lewat Dangerous (1935) dan Jezebel (1938). Davis bercerai di tahun 1938. Joan Crawford meraih Oscar lewat film Mildred Pierce (1946) dan bercerai di tahun yang sama. Hal yang sama pula dialami Jane Fonda, Cher, Kate Winslet, Reese Witherspoon, Hilary Swank, Charlize Theron, Halle Berry, Julia Roberts. Asmara mereka kandas usai mendapatkan Oscar.

Tahun ini, Portman, aktris berdarah Yahudi kelahiran Yerussalem, Israel, 9 Juni 1981, ini justru akan segera melangsungkan pernikahannya dengan Millepied.

Akankah kutukan itu justru akan berakhir, menyusul pernikahan keduanya atau justru sebaliknya? Entahlah. Waktu jualah yang akan menjawabnya.

Minggu, 27 Februari 2011

Ke Jakarta, Ribuan Bonek Juga Siap Revolusi PSSI


Turut merasa kecewa atas kepemimpinan Nurdin Halid sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) suporter tim Persebaya Surabaya, Bondo Nekad atau biasa disapa 'Bonek' juga menggeruduk kantor PSSI di Gelora Bung karno, Senayan, Jakarta semalam (Kamis, 24/2).

Ribuan Bonek yang tiba di Jakarta menggunakan kereta api ini langsung bergabung dengan suporter sepakbola lainnya yang sejak beberapa hari lalu sudah berkumpul di kawasan Gelora Bung Karno.

Sambil menyanyikan lagu kecaman terhadap mantan tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor dan dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng tersebut, pasukan Bonek ini juga menggelar orasi yang meminta Nurdin Halid mundur dari posisi Ketua Umum yang sudah didudukinya sejak tahun 2003 lalu.

Selain itu, massa yang identik dengan atribut berwarna hijau ini juga mengecek gembok yang dipasang para demonstran di pintu masuk kantor PSSI, agar para pengurusnya tidak bisa masuk.

Hingga saat ini, Bonek dan para suporter lainnya masih berkumpul di depan kantor PSSI untuk menuntut revolusi induk sepakbola tanah air yang belum pernah berprestasi selama dipimpin Nurdin Halid.

Rabu, 23 Februari 2011

Revolusi Libya, Sekuat Apakah Muammar Gaddafi?


Dibandingkan presiden Tunisia, Mesir atau Yaman, kekuasaan Muammar Gaddafi di Libya jauh lebih panjang. Gaddafi berkuasa sejak ia berhasil melakukan kudeta di Libya pada tahun 1969 hingga hari ini.

Gaddafi belum menunjukkan tanda-tanda untuk "mengalah" pada tuntutan rakyatnya, meski korban sudah berjatuhan. Penguasa Libya yang "nyentrik" itu tidak segan-segan mengerahkan pasukan militernya untuk meredam aksi protes. Bahkan, ia kabarnya memerintahkan para pilot pesawat tempurnya untuk menembaki demonstran antipemerintah.

Jumlah korban tewas dalam ketegangan politik di Libya sudah mencapai 400 orang dan ribuan pengunjuk rasa lainnya mengalami luka-luka. Gaddafi pun mulai kehilangan dukungan dari dalam pemerintahannya sendiri. Duta Besar Libya di Malaysia, mengutuk tindakan represif pasukan Gaddafi dan menyebutnya sebagai pembantaian terhadap Libya. Sementara Dubes Libya di India, dilaporkan mengundurkan diri setelah mendengar Gaddafi mengerahkan pesawat tempur untuk menembaki para demonstran.

Sedemikian nekatkah Gaddafi menghadapi aksi protes rakyatnya sendiri? Analis Timur Tengah, Zvi Bar'el dalam analisanya di surat kabar Haaretz menyatakan, menumbangkan Gaddafi tidak semudah menumbangkan presiden Mesir atau Tunisia.

Ia menulis, sejak berkuasa di Libya, Gaddafi tidak pernah menyebut dirinya sebagai "presiden atau jenderal". Ia selalu menegaskan bahwa kekuasaannya merupakan hasil konsensus umum, atas dasar persaudaraan, setelah kudeta tahun 1969. Dan dengan alasan "persaudaraan" itu, Gaddafi tidak memberi ruang bagi aksi-aksi unjuk rasa dan perubahan rezim di Libya. Aksi-aksi semacam itu dianggap pemberontakan dan pengkhianatan terhadap "saudara yang lebih tua."

Perekonomian Libya relatif stabil dengan pendapatan per kapita setiap tahunnya sekitar 14.000 dollar AS. Gaddafi melakukan investasi di industri manufaktur dan menyerahkan investasi itu hanya pada kroni-kroninya. Sebagai imba balik, Qaddari hanya meminta kroni-kroninya "patuh secara total" pada pemerintahan dan kekuasaannya.

Itulah sebabnya, Gaddafi melihat aksi protes rakyat sebagai "pengkhianatan" yang tidak bisa diselesaikan dengan cara dialog atau pemindahan kekuasaan pada pihak lain karena Muammar Gaddafi-lah sesungguhnya rezim Libya itu sendiri. Institusi pemerintahan dan parlemen di Libya sudah lama mandul. Tak heran jika organisasi-organisasi hak asasi manusia menyebut Libya sebagai negara yang paling buruk di dunia dalam hal hubungan antara pemerintah dengan rakyatnya.

Posisi Gaddafi semakin tak tergoyahkan menyusul pulihnya hubungan bilateral Libya dengan AS, setelah AS menghapus Libya dari dari daftar teroris pada tahun 2007. Tahun 2008, pemerintahan Gaddafi membayar uang kompensasi sebesar 1,4 miliar dollar pada AS, untuk dibagikan bagi para korban aksi-aksi teror yang selama ini dituduhkan AS pada Libya. Sejak itulah, AS mulai kembali "ikut campur" di Libya. Alih-alih mengklaim sebagai negara yang ingin menegakkan demokrasi, AS malah mendukung pemerintahan Gaddafi yang tidak demokratis. AS bahkan bersikap lunak terhadap tindakan represif Gaddafi pada para demonstran. Berbeda dengan kecaman keras AS terhadap tindakan represif Husni Mubarak, saat revolusi Mesir.

Gaddafi juga mengamankan posisinya dengan memberikan jabatan penting pada anak-anaknya sendiri. Anak Gaddafi yang bernama Muttasim, ditunjuk sebagai penasehat keamanan dalam negeri. Anak Gadddafi lainnya, yaitu Khamis ditunjuk sebagai komandan militer senior yang mengepalai Brigade Khamis--salah satu pasukan elit Libya yang sangat terlatih, Saadi ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan senior dan Saif al-Islam ditunjuk sebagai kepala kebijakan dan urusan luar negeri Libya.

Sulit diprediksi akan seperti apa akhir dari revolusi rakyat Libya, meski kabar yang beredar menyebutkan bahwa sejumlah komandan batalion angkatan bersenjata Libya mulai berpihak pada rakyat yang melakukan unjuk rasa, termasuk munculnya sosok putera dari pahlawan nasional Libya, Omar Al-Mukhtar yang ikut turun bersama para demontsran dan mendorong kelompok etnis dan politisi di Libya untuk menumbangkan Gaddafi.

Situasi di Libya tidak sama dengan di Tunisia atau Mesir, dimana partai-partai politik, militer dan institusi sipil berfungsi dengan baik. Di Libya, konstitusi disusun berdasarkan apa yang disebut sebagai "Buku Hijau Gaddafi." Di Libya, juga tidak ada partai politik dan tidak ada gerakan Islam yang cukup kuat. Hanya Gaddafi, satu-satunya kekuatan yang mengendalikan militer, institusi pemerintah bahkan kelompok-kelompok etnis yang ada di negeri itu.


ShoutMix chat widget
Blimbing, Dolopo, Madiun
content top